CRITICAL ELEVEN by IKA NATASSA

photo_2016-02-03_09-58-04Paperback : 344 pages

Published : August 10th 2015 by PT Gramedia Pustaka Utama

Original Title  : Critical Eleven

 ISBN13 : 9786020318929

 Language Edition : Indonesian

 Literary Awards : Readers Indonesia boon for Fiction Favorite Book Cover and Nomination Favorite Books and Authors Fiction – Shortlist (2015)

Rate : 3,5 Star

Finally, i finished this book

Critical Eleven, it’s mean sebelas menit yang dianggap critical times dalam dunia penerbangan, tiga menit saat take off plus delapan menit sebelum landing, menjadi waktu-waktu yang paling membuat para penerbang dan kru nya sangat berhati-hati. Karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit ini.

In a way, Ika Natassa is trully right that meeting new people it just like the critical eleven. Tiga menit pertama yang membuat terkesan ditambah delapan menit terakhir yang membuat kita memutuskan pertemuan ini akan berlanjut kepada next hello, atau yaaa sekedar goodbye.

Baca lebih lanjut

Iklan

Panggilan Tak Terjawab

DDDrrrrrrtttt.. Selesai handphone bergetar panjang.. Nampak peringatan pada layar terpampang

1 Panggilan Tak Terjawab

Hmm,, kulihat nomor yang tak asing. Langsung tekan tombol hijau. telepon balik


Contoh diatas adalah salah satu skenario saat manusia menerima panggilan yang ia takutkan terlewatkan. Takut ada kabar penting katanya..

Juga kita sering dipanggil oleh atasan, dan jarang yang menjawab dengan kata “nanti ya pak, lagi tanggung nih kerjaannya” Mashaa Allah, takut atasannya marah katanya..

Tapi sadarkah kita, setiap hari kita dipanggil wajib.. lima kali satu hari
Bukan dipanggil bos, bukan orang tua juga, tapi kita dipanggil untuk mengahadap Allah SWT. Pemilik bumi, langit, serta yang ada diantara keduanya.

Muadzin lantang memanggil jiwa-jiwa butuh arah
Hayya Alasshalahh…
Hayya Alal falaah..
Marilah kita shalat
Marilah kita Menuju Kemenangan

Kita dengar, tapi kita ngga terpanggil 😦 😦
bukan suara muadzinnya kurang merdu,tapi kita yang masih dunia melulu. Naudzubillah

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadat kepada-Ku (Adz Zhariyat/51:56)

Sahabat, inilah tujuan hidup kita secara hakikat..
Sahabat, langkah kaki menuju masjid itu berat..
Tapi Allah janji akan angkat derajat.
So, tetep semangat..
Cari dan deketin sahabat-sahabat yang shalih untuk kuatin kita, karena kita manusia gampang kegoda..

Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah, dari ‘Ali bin Mus-hir dari asy-Syaibani, dari al-Walid bin al-‘Aizar, dari Sa’ad bin ‘Iyas Abu ‘Amr asy-Syaibani, dari Abdullah bin Mas’ud.

Dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Amal manakah yang lebih utama?”. Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Dia (Ibnu Mas’ud) berkata: “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”

“Perbaikilah waktu shalatmu, maka Allah yang akan memperbaiki urusanmu”

Quotes teranyar dari seorang yang sukses dunia tapi urusan sama Rabb-Nya tetap yang utama.. Kuncinya konsisten shalat diawal waktu katanya. Mashaa Allah

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk perduli, karna banyak dari kita terlalu cinta dengan pekerjaan kita, terlalu mengejar apa yang tidak pasti.
Hingga melupakan apa yang pasti.
Memangnya apa yang pasti? Ya itu, pasti mati, pasti harus mempertanggung jawabkan setiap detik umur kita.

Yuk sahabat ketuk lagi hati kita yang keras..
Tanggalkan nafsu dunia kita,
Dan bersegeralah, berbarislah dalam satu shaf,
dan bisikkan Allahu Akbar

Jazakallahu Khair yang sudah baca, semoga tidak terkesan menggurui ya, karna penulis suga sedang menuju kesana, bersegera kepada surganya Allah yang seluas langit dan Bumi. Wah sudah ashar.. Absen dulu 🙂
Wassalamualaikum.

The Jakarta Icon (Monas) on Sunday

1

Monumen Nasional (JKT – ID)

Yaaaaappp here i’am now, at the one of Jakarta Iconand named Monumen Nasional (Monas).

By the way, hari ini bisa mendarat di Monas penyebabnya yaitu “Gak tau Mesti Kemana Lagi” setelah di-PHP in sama pengajian Akbar Ustadz terkeceh abad ini (Lebay) dibatalin karena ponakan yang punya negeri ini Ijab Qobul dimasjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Mirisss yaa… yapp, Masjid Istiqlal, megah banget memang.. Mashaa Alah

Back to topic, akhirnya cari tujuan terdekat supaya weekend se-cerah ini gak dilewati begitu aja, dan Monas-lah tujuan saya.

Monas memang salah satu tujuan utama wisata kota Jakarta, dan dihari minggu emang lagi rame-rame nya. Monas jadi tempat melepas lelah buat mereka yang habis nikmatin Car Free Day. Bisa duduk diatas rumput luas sambil minum dan nikmatin suasana manja ala Jakarta, main layangan sambil nikmatin angin sepoy-sepoy, sekedar ngobrol sama calon gebetan, atau yang gak tau lagi mesti kemana kayak gue. hehee

Walaupun awalnya gak niat mampir ke Monas, akhirnya mendarat disini dengan membawa misi rahasia. Apppaaakah ituuuuu ???? (Keep reading)

Baca lebih lanjut

I’ve Moved :)

Senin pagi kemarin,
entah kenapa matahari terasa begitu ramah..
aahh .. berlainan sekali dengan langkahku yang berat..
hari ini aku harus menjajaki ruang baru.

Banyak dari kita yang tidak menyukai perubahan,
Padahal berubahlah yang mendorong kita untuk tetap berjalan, maju
Berubahlah untuk jadi insan yang lebih baik,
Perubahan jua lah yang membuktikan bahwa segala sesuatu itu dipergilirkan.

“Anggap saja hijrah” aku-pun mulai menggumam sendirian.

Anjuran Untuk Tabaki

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in Mughraqa

Rasulullah SAW sering meminta sahabat-sahabatnya untuk membacakan Al-Qur’an baginya. Beliau mendengarkannya baik-baik. Para sahabat ikut menyaksikan, perlahan-lahan air mata berkumpul di sudut mata baginda, kemudian melimpah mengaliri wajah hingga membasahi janggutnya.

Ummu ’Aisyah ra bercerita tentang peristiwa yang disebutnya sebagai “yang paling mempesona dari kehidupan Nabi”.

Nabi Muhammad SAW, yang merupakan rahmat bagi semesta alam ternyata mencontohkan kita untuk senantiasa ber-Tabaki. Tabaki merupakan upaya untuk menangis, melembutkan hati dengan membaca dan memahami Ayat-Ayat Allah.

Bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih, mereka tunduk bersujud dan menangis.(Q.S. Maryam: 58),

“mereka merebahkan diri atas muka mereka sambil menangis dan bertambahlah kekhusyukan mereka” (Al-lsra: 109).

Baca lebih lanjut

Belum Ada Judulnya

Ia berjalan cepat entah apa yang menunggunya diujung sana , wajahnya menunduk, Senyum cerahnya menghilang. Tapi ia terus berjalan, meski membawa setumpuk beban.

Seolah langit sedang berbaik hati padanya, bersamaan dengan nyanyian angin yang syahdu, kulihat ia berusaha tersenyum padaku. Meski tak ada yang lagi sama, meski orang itu kini selalu menyembunyikan wajahnya, meski potongan rambutnya jauh berbeda, meski mungkin hatinya tak setegar dulu, tapi ia selalu meneruskan langkahnya.

Langit hanya sedang berbaik hati, membiarkanku bertemu dan tersenyum untuknya. Memastikan semuanya akan tetap baik-baik saja.

Menyepi, Tahapan Pertama untuk Menemukan Kembali Diri Sendiri

jpeg

Barangkali setahun terakhir merupakan episode hidup paling “ngawur”.. Aku merasakan sebuah kemunduran, baik mental maupun pemikiran..Terlebih yang paling menyedihkan, kemunduran ini juga terjadi dalam hal kedekatanku dengan Tuhan..

Jangan melulu dalam kerumunan, karena lebih sering  kebenaran kau temukan dalam kesendirianmu bersama Tuhan serta diluar pendapat banyak orang” – Unknown

Baca lebih lanjut

DISANA

Perjalanan Jiwa

dan Kamu Kekasih…
masih tetap berdiri disana
diatas catatan-catatan
milyaran tahun lalu
dibalik misteri peradaban
disetiap lukisan-lukisan
pencarian anak cucu Adam
yang selalu butuh jawaban

dan Kamu Kekasih…
membalut dirimu pada
berjuta-juta bingkai makna
dalam hening diantara yang fana
Kamu, Kekasihku..
senantiasa diam
~disana~

Lihat pos aslinya